Hukum Katup Dalam Kepemimpinan

0
196
hukum katup dalam kepemimpinan

Bagi anda yang saat ini sedang belajar mengenai kepemimpinan, mungkin anda pernah mendengar yang namanya hukum katup. Entah itu di buku, di dalam seminar atau bahkan di dalam sebuah obrolan bersama rekan. Walaupun sering mendengar istilah tersebut, tetapi abila tidak bertanya atau membaca referensi tentu anda akan bingung mengenai apa arti kata tersebut seperti saya dahulu.

Agar tidak menjadi bingung langsung saja kita cari tahu apa itu hukum katup dalam kepemimpinan.

Katup adalah penutup?


Menurut KBBI katup berarti penutup. Betul, sesederhana itu artinya. Lantas apa hubungannya apa dengan kepemimpinan?

Begini, bagi anda penggemar sepak bola pasti sudah tidak asing ya bahwa klub-klub bola di Eropa sering mengganti para pelatih mereka disaat sebuah klub dianggap gagal mendapatkan sebuah prestasi tertentu. Selain itu di sebuah perusahaan besar pun, sebut saja Microsoft, Yahoo atau Blackberry. Beberapa tahun belakangan, perusahaan tersebut mengangkat seorang petinggi baru (CEO) bagi perusahaan, agar dapat menjadikan perusahaan semakin baik lagi di tengah situasi perusahaan yang sedang menurun.

Atau contoh sebaliknya, pada saat Apple memecat Steve Jobs, apakah Apple menjadi perusahaan yang lebih baik selepas Steve Jobs di pecat, jawaban nya tidak. Nah dari contoh tadi dapat di ambil benang merah nya bahwa keberhasilan sebuah organisasi tergantung dari seberapa besar kemampuan memaksimalkan potensi dalam memimpin perusahaan nya.

Apa itu hukum katup


Berdasarkan beberapa contoh di atas, hukum katup adalah seberapa besar tingkat ke efektifan orang dalam hal memimpin, semakin besar nilai katup nya semakin baik pula dampak bagi organisasi yang dipimpin nya. Jika anda memiliki nilai katup 8, maka tingkat ke efektifan anda tidak akan lebih besar dari pada 8. Jika anda memiliki nilai katup 2, maka tingkat ke efektifan anda tidak akan lebih besar dari pada 2.

Analogi botol wine


 

analogi katup - botol wine

Mari kita analogikan seorang pemimpin sebagai tutup botol wine. Dan orang yang di pimpin adalah isi botol nya tersebut. Kira-kira apakah yang terjadi kalau tutup botol hanya dibuka 1/10 nya, tentu aliran nya kecil sekali. Kira-kira apakah yang terjadi kalau tutup botol hanya dibuka 1/4 nya, tentu aliran nya sedikit lebih besar. Kira-kira apakah yang terjadi kalau tutup botol dibuka seluruh nya (100%), tentu aliran nya akan deras sekali bukan.

Dengan analogi tersebut, dapat dilihat bahwa pemimpin adalah tutup botol yang bisa mengeluarkan atau justru menghambat potensi yang ada di dalam botol atau organisasi nya. Mau sehebat dan semahal apapun organisasi nya kalau di pimpin oleh orang yang tidak dapat memaksimalkan sumber daya dan potensi, output nya pun tidak terlalu memuaskan. Itulah alasan kenapa banyak perusahaan atau klub sepakbola yang mengganti pelatih kepala atau para direktur perusahaan adalah karena nilai katup mereka belum cukup tinggi untuk memaksimalkan potensi organisasi nya.

Oleh karena itu kita sebagai calon pemimpin dimasa depan harus terus meningkatkan katup kita agar tim atau organisasi yang kita pimpin bisa menjadi organisasi yang jauh lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here