Pengalaman Sidang Kompre Paket 1, Sistem Informasi Gunadarma

5
1290
halaman depan kampus Kenari

Kemarin tanggal 1 November 2014 akhirnya saya bisa menjalani tahapan formal terakhir dalam proses perkuliahan yaitu sidang sarjana. Setelah berjuang selama 4 tahun di bangku kuliah dan di akhiri dengan proses sidang, alhasil proses inipun menjadi sesuatu yang cukup menegangkan. Terutama bagi mahasiswa yang mengambil jalur kompre, karena kita tidak tahu pasti pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh penguji. Ya meskipun sepertinya sudah ada pakem nya tersendiri mengenai pertanyaan apa yang biasa ditanyakan. Pada hari tersebut hanya saya dan teman saya Aji yang berasal dari kelas KAxx, dan kami pun ditemani oleh pasangan masing-masing ( Linna dan Dini) sebagai supporter pribadi kami 🙂 .

Perjalanan menuju Kenari


Berdasarkan ketentuan dari pihak kampus peserta sidang harus sudah berkumpul pukul 7:00, tetapi sebenar nya acara dimulai pukul 8:00. Walaupun teman-teman sudah tahu atau belum tahu sekalipun, sangat disarankan untuk datang sebelum pukul 7 pagi. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan menuju lokasi. Saya sendiri pada saat perjalanan menuju lokasi, motor saya mengalami bocor ban di setengah perjalanan nya. Dan saya pun sampai di lokasi pukul 7:30, andai saya tidak tahu bahwa acara sebenarnya dimulai pukul 8:00 pagi mungkin saya akan merasa panik karena mengalami sesuatu yang tidak terduga dan menyangka sudah terlambat atau ketinggalan acara.

Brifing sebelum sidang


Pada saat sampai di kampus Kenari saya langsung saja menuju lantai 5 untuk mendengarkan brifing dari pihak kampus yang dimulai pukul 8:00. Walaupun Aji 45 menit lebih dulu sampai di kampus tapi saya lah yang lebih dahulu berada di lantai 5 karena dia tidak tahu bahwa harus berkumpul di lantai 5 sebelumnya. Yasudah saya kabari saja si aji supaya naik ke atas. Kasihan kan kalau sampai pulang lagi kerumah gara-gara gak sampai ke tantai 5 :D.

Nah disini pihak kampus mulai memberikan gambaran mengenai proses apa yang akan dilalui, dan memberikan kartu sidang serta SK yang berisi daftar seluruh peserta sidang beserta calon pengujinya setelah kita mengumpulkan persyaratan sidang seperti form foto, FC KTP dan STTB. Setelah saya terima FC SK saya pun mulai membuka lembar  demi lembar dan sangat penasaran siapakah yang akan menjadi penguji saya.

Dari jauh-jauh hari saya berharap supaya tidak di uji oleh dosen yang berasal dari Bali seperti Pak Wayan atau Pak Made, tetapi apa boleh buat ternyata saya malah benar-benar akan diuji oleh Pak Made. Aduh saya pun jadi galau sendiri, saya menebak-nebak apakah yang akan terjadi nanti, akan kah beliau memberikan pertanyaan yang aneh-aneh atau sulit. Dan di matakuliah lain saya pun diuji oleh Pak Iqbal dan Bu Novita, kedua dosen tersebut pernah mengajar di kelas saya sebelum nya, dan menurut saya beliau-beliau merupakan dosen yang baik. Dan saya berdoa agar dilancarkan selama proses sidang.

Berdasarkan SK saya akan diuji oleh penguji tersebut

Proses Sidang


Situasi saat menunggu proses sidang di lantai 6, gambar di ambil saat jam sidang tinggal sebentar lagi

Kampus Kenari sendiri merupakan kampus yang terdiri dari 8 lantai, nah mahasiswa tidak di sidang seluruhnya di lantai yang sama tetapi dibagi-bagi kealam beberapa lantai tergantung dimana penguji kita berada. Menurut saya hal ini dilakukan karena gedung kampus terlalu sempit luas bangunan di setiap lantainya. Agar tidak berdesak-desakan pada saat keluar dari lantai 5 maka panitia memilih beberapa peserta sidang secara acak untuk segera menuju lantai dimana penguji mereka berada. Jadi fungsi lantai 5 sendiri sebagai titik kita menunggu sampai penguji kita hadir di lantai yang sudah ditentukan.

Setelah beberapa waktu tinggal sedikit mahasiswa yang masih berada di lantai 5 termasuk saya, sedangkan si Aji sudah terlebih dahulu menuju meja sidang. Nah karena dosen-dosen penguji saya belum datang juga maka saya dan peserta lain yang sama penguji nya dengan saya di suruh langsung saja menunggu di lantai 6. Sesampai di lantai 6, maka saya segera lapor diri (absensi) ke panitia yang ada di lantai tersebut. Saya pun kebagian absesnsi nomor 1.

Sebagai gambaran untuk temen-temen, peserta sidang itu menuggu di luar ruangan di setiap lantai, lalu masuk keruangan setelah dipanggil berdasarkan absensi. Di dalam ruangan nya sendiri terdapat beberapa meja yang terdiri dari banyak penguji untuk kelompok penguji saya maupun kelompok lain. Saya menunggu sampai akhirnya saya dipanggil dahulu untuk masuk ruang sidang. Saya tidak tahu bagaimana kelompok penguji lain cara menguji nya apakah langsung satu meja terdiri dari 3 dosen. Tetapi kalau saya, saya di uji oleh satu meja satu dosen, mungkin karena baru Pak Made saja yang hadir.

Oke sesampai nya saya di ruang sidang, saya langsung datang ke meja nya Pak Made. Kesan pertama yang saya dapat, beliau sangat asik orang nya. Dan mulai terjadi percakapan sebagai berikut :

Irfan (I) : “Selamat siang pak”
Pak Made (PM) : “Iya siang, nama kamu siapa? coba serahkan kartu nya”
I : “Nama saya Irfan, ini kartu saya”
PM : “Kamu sudah belajar? bawa buku nya? coba keluarkan”
I : “Saya cuma bawa catatan pribadi saja pak yang saya sudah rangkum”

Nah disini beliau mengeluarkan kertas yang berisikan soal-soal yang sudah beliau tulis sebelum nya. Dan saya disuruh memilih 2 soal yang bisa saya jawab dan diberikan waktu 5 menit untuk melihat catatan atau browsing internet. Aduh tetapi soal-soal tersebut cukup sulit buat saya, dari materi yang saya baca dan pelajari selama satu minggu tidak ada yang keluar sama sekali kecuali tentang firewall dan SSH SSL itupun hanya bagian kulit-kulitnya saja yang saya mengerti, jadi tidak mendalam penguasaan saya di materi tersebut. Setelah 5 menit habis sidang pun dimulai.

I  : -saya menjawab definisi SSH SSL
PM : “SSL ada di layer OSI brp?”
I : “Aplikasi pak”
PM :”Bukan,”

disini saya asal jawab aja, siapa tahu bener jawaban nya, setelah itu beliau menanyakan pertanyaan lebih dalam dan saya bilang “Tidak tahu pak”. Kemudian beliau mulai mengupas lebih dalam tentang SSH

PM : “Kamu bilang SSH itu pengganti Telnet, memang keunggulan SSH apa?”
I : ” Karena SSH itu pengembangan terbaru nya pak”
PM: “Iya saya tahu” -Beliau mengulangkan kembali pertanyaan nya dan memberikan analogi.

Saya pun mencoba menebak-nebak jawaban nya, dan ternyata salah semua. Akhirnya beliau memberitahukan apa jawaban sebenarnya. Dan kemudian beralih ke pembahasan tentang Firewall.

I : -saya menjawab definisi firewall
PM : “Iya”, sambil menganggukan kepala. “Lalu bagaimana cara kerjanya?”
I : -saya menjelaskna cara kerjanya berdasarkan logika saya
PM : “Maksudnya paket filtering itu apa?”
I : “Maksudnya membaca dan memeriksa header sebuah paket pak”
PM : “Didalam header itu ada apa?”
I : “Ada ip address sama port pak”
PM :”Ada berapa jenis Firewall?”

Duh disini saya benar-benar tidak tahu mau jawab apa, dan saya pun terdiam. Akhirnya beliau menjelaskan tentang jawaban dari pertanyaan nya dengan menggambarkan cara kerja jenis-jenis firewall di papan tulis. Setelah menerangkan perihal tadi, beliau menanyakan kembali apa yang sudah di terangkan nya. Dan saya pun menerangkan ulang kepada beliau.

PM : “Oke sudah cukup sampai disini saja”
I: “Yah pak pertanyaan lain dong”
PM: “Pertanyaan apa?”
I: “Misalnya tentang metode enkripsi pak”
PM: “Yah kalau soal itu nanti kamu saya cecar”
I: saya pun diam sejenak, “Kalau gitu terimakasih ya pak”

Selesai sudah sidang mata kuliah Keamanan Komputer bersama Pak Made, saya pun keluar dari ruangan dan melapor kepada panitia yang berjaga diluar bahwa saya sudah selesai di sidang oleh beliau. Di dalam hati, saya merasa takut kalau beliau akan memberikan nilai yang kurang bagus kepada saya karena saya lebih banyak tidak bisa menjawab pertanyaan beliau dibandingkan dengan pertanyaan yang bisa saya jawab.

Di luar ruangan saya menunggu untuk sidang mata kuliah selanjutnya sambil berbincang dengan peserta lainnya dan menanyakan bagaimana proses sidang mereka berjalan. Lalu dipanggil lah nama saya kembali kali ini dengan Pak Iqbal untuk mata kuliah Sistem Operasi. Saya pun mendekati beliau dan mengucapkan salam dan dibalas dengan hangat dan santai dengan beliau.

Dengan santai sambil menikmati makanan ringan yang ada di meja nya beliau mulai menanyakan tentang proses di dalam sistem operasi
PI (Pak Iqbal) : “Menurut kamu apa itu proses?”
I (Irfan) : “Program yang sedang berjalan di memory pak”
PI : “Kamu tau bagaimana penjadwalan proses?”
I : “Tau pak”
PI : “Coba jelaskan”
I : -saya menjelaskan strategi penjadwalan proses seperti preemtive dan non preemtive
PI : “preemtive itu apa?”
I : -saya menjelaskan dengan baik
PI : “lalu kalau non preemtive apa?”
I : -saya menjelaskan dengan baik
PI : “coba sebutkan contoh nya”

Saya menyebutkan contoh penjadwalan proses preemtive dan preemtive, salah satunya saya menyebutkan Round Robin

PI : “Round Robin yang seperti apa?”
I : “Penjadwalan dengan cara bergantian”
PI : “Maksudnya?”
I : “Maksudnya proses nya dijalankan secara bergantian”
PI : “Proses itu running nya dimana?”

Disini saya sudah mulai bingung akan menjawab apa

I : “Di memory pak”
PI : “Ah yang benar?”
I : “Benar pak”

Ternyata jawaban saya salah, tetapi saya masih bisa menenangkan diri dan berfikir jernih.

PI : “Pada penjadwalan Round Robin ada yang namanya Quantum Time, apa itu?”
I : -Saya tidak tahu dan hanya diam
PI : -memberikan analogi agar saya bisa menjawab pertanyaan
I : -akhirnya saya bisa memberikan jawaban nya dengan jelas setelah di berikan analogi

Kemudian beliau memberikan satu pertanyaan lagi

PI : “Di dalam hubungan antara managemen I/O dan memory ada yang namanya DMA, apa itu?
I : “Direct memory access pak”
PI : “Maksudnya apa?
I : “Maksudnya perangkat I/O bisa diakses langsung oleh prosesor”

Jawaban saya salah dan saya pun mencoba menebak-nebak jawaban nya. Jawaban saya benar tetapi masih kurang tepat dan membuat beliau merasa greget dengan keadaan ini akhirnya beliaupun memberikan analogi sekaligus menjawab jawaban yang sebenarnya dari pertanyaan itu.

PI : “Oke kalau gitu kamu segini saja, kamu bisa”
I : “Terimakasih banyak pak”, dan langsung bergegas menuju keluar ruangan

Di luar ruangan saya merasa lega telah melewati matakuliah SO dengan baik, berbeda dengan sesi sebelum nya dengan Pak Made. Berarti tinggal 1 mata kuliah lagi bersama Bu Novi. Dan setelah waktu berlalu tidak terlihat adanya tanda kedatangan dari beliau. Jika hal ini terjadi maka kemungkinan yang terjadi saya akan di uji mata kuliah tersebut oleh Pak Made atau Pak Iqbal lagi.

“Waduh gawat deh kalau sama Pak Made lagi”, ujar saya dalam hati. Keadaan sudah semakin siang dan para penguji yang sudah selesai melakukan sidang mulai bergegas meninggalkan ruangan menuju tempat istirahat nya. Dan salah satu yang keluar ruangan adalah Pak Iqbal, dan berarti kembali saya harus di uji oleh Pak Made untuk kedua kalinya. Sebenarnya beliau itu asik orang nya, hanya saja pertanyaan nya yang menurut saya tidak asik.

Karena waktu yang semakin sempit, Pak Made menguji peserta dengan dua peserta langsung. Dan sewaktu giliran saya, saya bersama dua orang peserta lain nya alias 3 orang langsung. Kemudian beliau kembali memberikan soal yang sudah di tulis sebelumnya. Disana terdapat 3 soal yang sebenarnya itu hanyalah satu soal yang di pecah-pecah. Kami disuruh bekerja sama untuk menjawab soal tersebut.
Soal tersebut adalah tentang merancang sebuah jaringan dengan kondisi yang sudah dituliskan pada lembar soal. Soal tersebut merancang jaringan yang memiliki 6 client dengan sebuah printer sharing, dan memungkinkan untuk akses internet. Dan kami diberikan waktu selama 5 menit untuk berdiskusi dan boleh melihat catatan dan browsing internet.
Setelah kami berdiskusi serta waktu 5 menit yang sudah berlalu, kami mulai membagi tugas dan saya mulai menggambarkan desain jaringan di papan tulis, dilanjutkan dengan rekan yang lain. Setelah selesai beliau menyatakan desain tersebut benar tapi kurang bagus. Akhirnya kami beberapa kali merombak desain tersebut sambil sedikit dibantu oleh beliau. Dan desain pun selesai, beliau menyatakan rancangan kami sudah cukup baik.
Tetapi tidak sampai disitu, beliau menanyakan bagaimana kalau didalam satu gedung yang terdiri dari 6 lantai ingin seluruh jaringan nya terhubung tetapi tidak menggunakan kabel UTP. Disini kami menjawab semampu kami dan tidak ada jawaban yang benar. Setelah kami menyerah beliau menjelaskan bahwa kita bisa menggunakan teknologi internet melalui kebel listrik. Hal ini benar-benar diluar bayangan kami. Dan selesai lah sidang mata kuliah terakhir oleh Pak Made (lagi), akan tetapi kali ini cukup memuaskan dan membuat kami yakin untuk minimal tidak akan TL (tidak lulus).

Pasca sidang


Kondisi di lantai 1, saat menunggu pemanggilan
Setelah sidang selesai saya dan Aji beristirahat sejenak untuk ISOMA dan sesuai ketentuan menunggu dilantai 1. Berdasarkan gambar diatas, keadaan di lantai 1 tersebut penuh sesak dengan sekumpulan mahasiswa yang berharap-harap cemas menunggu hasil sidang. Jadi di lantai ini sebagian mahasiswa akan di panggil menuju lantai 2 untuk di umumkan hasil sidang mereka menggunakan speaker yang ada di langit-langit.
Mahasiswa yang di panggil pada sesi pertama kali atau gelombang 1 dipastikan lulus, sedangkan untuk gelombang 2 terdapat mahasiswa yang L (lulus) LB (lulus bersyarat) dan TL (Tidak Lulus). Si Aji masuk ke gelombang 1 dan saya di gelombang 2, disini saya tetap merasa yakin akan tetap lulus, ya setidak nya kalau hal buruk terjadi minimal LB.
Dan pemanggilan gelombang 2 pun dimulai, perlahan-lahan mahasiswa menuju lantai 2 dengan raut wajah pasrah atas apa yang akan terjadi. Mahasiswa masuk ke sebuah ruangan yang berpendigin udara tetapi tidak cukup untuk mendinginkan suhu ruangan bahkan terasa gerah karena banyak nya mahasiswa. Disana terdapat juga para dosen penguji yang duduk melihat kami yang berdiri menanti hasil.
Pada gelombang 2 ini terdapat semua kategori hasil yaitu L LB dan TL. Mahasiswa kemudian dibagi kedalam 4 kelompok. Oh iya, sebelum pengumuman hasil pihak kampus terlebih dahulu memberikan arahan untuk tetap menghargai kawan yang kurang beruntung dan juga tentunya promosi jenjang S2 di Gunadarma. Kemudian setelah seluruh mahasiswa di bagi kedalam kelompok-kelompok, panitia pun mulai menyebutkan akan masuk ke kategori mana kelompok tersebut.
Panitia : “Kelompok 1 kalian lulus” ,”Kelompok 2 mohon maaf kalian lulus bersyarat”, “Kelompok 3 jangan bersedih ini hanya keberhasilan yang tertunda, mohon maaf tidak lulus”, “Kelompok 4 selamat kalian lulus”.
Berbagai ekspresi bahagia pun tercurah dari wajah saya dan mahasiswa lain,sedangkan teman-teman yang belum beruntung terlihat bersedih tetapi masih bisa tegar menerima nya. Yang menyedihkan adalah 2 dari teman yang saya kenal mendapatkan hasil LB dan TL. Saya pun memberikan semangat kepada mereka agar terus berjuang dan tegar menghadapi ujian ini. Berdasarkan perkiraan saya, kalau tidak salah ada sekitar 15% mahasiswa yang TL dan atau LB. Ada juga mahasiswa dari jalur skripsi yang TL.
Akhirnya saya turun ke lantai bawah menemui Linna, Aji dan Dini untuk berbagi kebahagian ini. Dan alhamdullilah selesai sudah perjuangan kami kuliah selama 4 tahun, akhir yang manis untuk sebuah proses yang panjang.
Saya bersama Linna dan Aji seusai sidang, terlihat wajahnya sudah lusuh semua 😀

Hal yang harus dipersiapkan oleh teman-teman yang belum sidang :


  1. Belajar dengan sunguh-sungguh karena kita tidak akan tahu penguji seperti apa yang akan menguji kita
  2. Belajar dengan cara memahami bukan dengan menghapal, kalau bisa memahami nya secara mendalam
  3. Persiapkan kelengkapan sidang, fisik dan mental sebelum hari H, bagi yang suka begadang bertaubatlah dahulu
  4. Berdoa kepada tuhan agar dilancarkan selama proses sidang

Download file pendukung


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kawan-kawan yang belum sidang atau bagi adik kelas yang tahun depan akan menjadi peserta sidang kompre paket 1. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa posting saja pertanyaan nya di kolom komentar.
-ihs

5 COMMENTS

  1. untuk paket kompre calon peserta sidang dapat memilih paket yang dikehendaki nya sendiri. FYI di setiap jurusan biasanya ada paket yang paling laris dipilih mahasiswa, kalau di SI ya paket 1 ( jarkom, kk, so ) 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here