Inilah Rasanya Ban Motor Bocor Disaat Terburu-Buru

0
387

Berbicara tentang ban bocor, entah sudah berapa kali saya mengalami hal tersebut, jika dipikir-pikir kurang lebih sudah 6 kali selama menunggangi si Supra. Kebanyakan sih bocor di ban belakang tetapi untuk bagian ban depan baru 1 kali saja. Saya pernah mengalami ban bocor disaat kuliah, untungnya bocor nya selagi siang hari, ada banyak tukang tambal ban yang beropreasi kan. Nah paling gak enak itu kalau ban bocor disaat malam hari atau disaat buru-buru.

Pernah saat saya pulang nonton bioskop sekitar jam 9 pm, saya merasa ada yang aneh dengan ban saya. Dan benar saja waktu saya cek kondisi ban sudah hampir habis semua isi angin di ban. Yah, habis seneng-seneng sekarang susah-susah deh, pikir saya waktu itu. Setelah berjalan menyusuri jalan sejauh ratusan meter akhirnya ketemu juga tukang tambal ban nya. Dan masih ada beberapa kondisi ban bocor disaat saya mau berangkat les, disaat mau jalan-jalan, dan disaat lain nya yang mungkin saya sudah lupa.

The worst moment

Momen yang paling terasa sulitnya mengalami ban bocor adalah disaat kemarin saya akan berangkat menuju kampus cabang kenari Jakarta Pusat dalam rangka sidang sarjana. Dimulai pada saat pagi hari buta, saya pun terlebih dahulu menjemput pacar saya Linna yang cantik seperti bidadari untuk menemani saya di kampus Kenari. Jam 6 pagi saya segera meluncur dari Depok sebelah pinggir (rumah Linna) yang terletak didaerah yang entah ingin menjadi bagian Jakarta atau Depok.

Setelah melalui daerah dengan hutan polisi tidur (baca : Cijantung)  saya pun menyusuri jalur yang panjang nya lebih panjang dari Naga yang pernah ada di dalam kisah dongeng, yaitu daerah Condet. Dan di daerah ini saya pun mengalami bencana. Setelah melewati sekawanan Metromini dengan segenap kemampuan berkendara saya, saya merasa mulai ada keanehan dengan si Supra. Keseimbangan menjadi berkurang dan laju kendaraan semakin berat.

Karena dalam kondisi ingin sampai tujuan dengan cepat saya mengabaikan kondisi si supra dan berencana membereskan masalah si supra setelah poses sidang selesai. Tetapi allah berkehendak lain, saya berhenti sejenak untuk melihat kondisi ban. Dan benar saja seperti dugaan, ban saya bocor sebocor-bocor nya, bukan bocor halus lagi.

Yasudah saya pun harus mencari tukang tambal ban yang biasa mangkal di pinggir jalan, tetapi karena masih pagi tidak ada satupun tukang yang buka. Disaat kondisi seperti ini saya masih bisa tenang dan berfikir jernih. Setelah 1 kilometer mencari tukang tambal ban akhirnya ditemukan juga tukang tambal ban yang saya sangat cari tersebut, saya melihat tukang tersebut bagaikan air di padang pasir, loh..

Saya bergegas menuju tukang tambal tersebut (saat itu jam saya sudah menunjukan waktu di pukul 6:40 pagi). Posisi tukang tambal ban ini persis ada di depan PGC  di percabangan jalan yang akan menuju Condet yang jalan nya sedikit memutar dan menurun. Setelah saya dekati, ternyata si tukang tengah menambal ban motor lain, apa boleh buat ternyata saya pun harus mengantri dengan pasien lain nya. Otomatis saya harus mengunggu orang lain tersebut sampai selesai ‘di obati’ ban motor nya.

Dengan sabar saya menunggu si tukang selesai mengerjakan ban motor lain tersebut (sambil menunggu ban selesai dibakar, si tukang membongkar ban saya). Setelah menunggu 15 menit, saya melihat proses membakar tambalan ban pun selesai. Akan tetapi entah apa yang terjadi si tukang malah membakar kembali ban motor itu, pertanda ada masalah dengan ban tersebut dan saya harus kembali menunggu pengobatan.

Saya pun berkata pada si tukang kalau saya sedang di kejar waktu (saai itu pukul 7:05 pagi). Karena tidak bisa bekerja terburu-buru si tukang menyarankan saya untuk mencari tukang tambal lain yang mungkin sudah buka sepanjang jalan di depan saya, dan si tukang memasang kembali ban saya yang sudah dibongkarnya.

Saya merasa membuang-buang waktu, sudah menunggu lama tapi tidak ada hasil. Akhirnya saya pun menyusuri jalan sambil mendorong si supra. Ternyata memang tidak ada tukang tambal lain yang buka. Setelah 8 menit berjalan akhirnya di dekat kampus Binawan ada bengkel yang sudah membuka layanan nya di sebrang jalan. Akhirnya saya melihat malaikat penolong saya. Dengan segera saya menuju bengkel tersebut dan membeli ban dalam baru. Setelah ban baru saya selesai dipasang saya pun bisa melanjutkan kembali perjalanan saya menuju kampus Kenari. Saya pun sampai dilokasi pada pukul 7:30 pagi, padahal pihak kampus menyuruh para masasiswa sudah berkumpul jam 7. Untung saja acara baru dimulai pukul 8:00. Huuuhhh, ban dalam tersebut benar-benar bocor disaat yang tidak tepat.

Pelajaran yang bisa diambil

  1. Ban dalam yang sudah pernah tertancap paku dan ditambal. Bekas tambalan tersebut berpotensi untuk terbuka atau bocor kembali dilain waktu.
  2. Jika ban dalam yang sudah pernah tertancap paku di tambal, lalu bocor lagi diposisi tambalan nya. Lebih baik membeli ban dalam baru dari pada terus menggunakan ban tersebut dan mengalami bocor ban disaat yang tidak tepat.
  3. Jika dalam perjalanan jauh untuk momen yang penting, jangan lupa bawa uang yang cukup banyak agar jika terjadi susuatu yang tidak diinginkan kita bisa bertindak sesuatu.
  4. Pada saat mengalami sesuatu yang tidak dikehendaki jangan panik, tetaplah tenang dan berfikir jernih.
  5. Dan terakhir persiapkan perjalanan dengan sebaik mungkin, jangan datang ke suatu tempat dengan waktu yang mepet.

Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. -ihs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here