Perkembangan Ponsel dan Perilaku Konsumtif Penggunanya

0
119
Berbagai jenis ponsel (hopephones.org)

Perkembangan ponsel

Di jaman saat ini siapa sih yang tidak memiliki perangkat telekomunikasi berjalan alias ponsel atau biasa disebut HP. Alat komunikasi tersebut sudah menjadi perangkat yang wajib dimiliki semua orang untuk memenuhi keinginan saling terhubung satu sama lain. Diawal tahun 2000an ponsel merk Nokia sangat populer di Indonesia, pada saat ini kemampuan nya hanya sebatas berkirim SMS, telepon dan fungsi dasar lainnya. Pada saat itu merk ponsel seperti Nokia 3310 merajai dunia, ponsel dengan merk lain hanya dipandang sebelah mata. Orang-orang tidak banyak mengenal ada ponsel merk Samsung, ponsel Blackberry, apalagi ponsel merk lokal. Ponsel yang dikenal saat itu adalah merk-merk “mbah” nya ponsel seperti Motorola, Ericson, Siemens.

Dan seiring perkembangan jaman kemampuan ponsel pun mulai berkembang, tidak hanya kemampuan mengirimkan pesan tetapi dapat juga mengambil gambar dari kamera yang ditanam di badan ponsel tersebut. Dan gaya hidup pun berubah, semua orang mengininkan ponsel yang memiliki kamera. Memiliki ponsel berkamera membuat pemiliknya terlihat canggih dan gaul. Meskipun kualitas kamera nya sangat dasar (resolusi QVGA), para pemilik ponsel berkamera tidak ragu untuk berfoto bersama teman dan keluarganya.

Waktu pun terus berjalan, begitu juga dengan perkembangan teknologi. Ponsel bersistem
operasi pun mulai tenar. Ada sistem operasi (OS) yang populer saat itu, Symbian. Dengan status Nokia sebagai raja ponsel dunia OS Symbian pun berkembang dengan cepat. Sekali lagi Nokia masih merajai ponsel dunia. Akan tetapi Nokia terpaku pada zona nyamannya. Nokia menjadi kurang berinovasi dan kurang memperhatikan potensi ancaman dari para kompetitor nya. Perlahan tapi pasti Blackberry (BB) mulai mencuri perhatian konsumen ponsel dunia. BB menawarkan perangkat yang diklaim nya sebagai perangkat dengan pengamanan paling baik didunia. Ditambah dengan gaya baru berkomunikasi melalui aplikasi instant messenger seperti Blackberry Messenger (BBM) membuat BB mulai mengancam posisi Nokia dan akhirnya menjadi Ponsel yang merajai dunia.

Pada waktu itu seseorang akan dianggap canggih dan gaul jika memiliki ponsel BB. Dan karena aplikasi BBM menjadi populer, menanyakan PIN BB menjadi hal yang tidak asing terdengar. BB pun nyaman dengan posisinya yang sedang naik daun. BB menjadi minim inovasi ditengah persaingan industri ponsel yang ketat. BB pun telat untuk mengembangkan OS terbarunya agar terus bisa bersaing dengan para pesaing. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Google untuk mempopulerkan OS andalannya, Android.

Google membentuk aliansi yang terdiri dari beberapa perusahaan untuk mendukung pengembangan Android agar bisa berkembang dan bersaing dengan ekosistem OS yang sudah ada sebelumnya. Karena OS Android memberikan ekosistem dengan rasa baru dan kecanggihan didalam nya serta harga yang bersaing, OS Android menjadi ekosistem yang populer dimasyarakat dengan motor utamanya Samsung. Samsung membuat banyak ponsel bersistem operasi Android dan memasarkannya keseluruh dunia. Samsung pun menjadi raja ponsel dunia saat ini, mengambil alih posisi tertinggi yang ditempati oleh Blackberry.

Persaingan ekosistem OS menjadi alasan perang antar produsen ponsel. Ada OS Android, Windows, Blackberry, dan IOS dan masih berlangsung persaingannya sampai saat ini.

Perkembangan teknologi dan perilaku konsumtif

Ponsel tidak hanya sekedar alat komunikasi (USA Today)

Bukan hanya perang ekosistem OS, perang pun merambah keteknologi yang disematkan didalam ponsel. sebagai contoh, ponsel dengan CPU single core sudah tidak jamannya lagi saat ini, kemudian berkembang CPU dual core yang memiliki tenaga lebih baik dalam memproses kerja ponsel. Selain itu kapasitas RAM pun semakin besar dari waktu kewaktu, beberapa tahun lalu kapasitas RAM hanya sebatas 250 Mb namun saat ini kapasitas RAM yang baik adalah >1 Gb. Lalu berkembang teknologi lainnya, contohnya iPhone mengembangkan sensor sidik jari pada iPhone 5 nya. Adalagi LG yang mengembangkan ponsel dengan layar yang bisa melengkung. Ada ponsel yang bisa tahan air, dan berbagai macam kemampuan ponsel “aneh” lainnya terus lahir dari para produsen ponsel.

Jika melihat berita perkembangan ponsel saat ini, iPhone 5S yang baru di luncurkan di Indonesia di jual dengan bundling Telkomsel dijual mulai Rp 10,5 juta untuk versi 16GB. Adapun iPhone 5C dibanderol mulai Rp 8,7 juta untuk versi 16GB oleh Telkomsel. Meski harganya terbilang menjulang, tak menyurutkan niat fans Apple di Indonesia untuk membeli generasi terbaru iPhone.Wow sungguh fantastis bukan?

Dikutip dari Detik.com, Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag) nilai impor telepon seluler (ponsel) Indonesia tahun 2012 sekitar US$ 2 miliar atau Rp 20 triliun. Dari jumlah itu, diperkirakan jumlah ponsel ilegal atau selundupan sekitar 30%. Sedangkan nilai impor ponsel periode 2011 mencapai US$ 1,922 miliar setara 45.176.903 unit ponsel. Sedangkan tahun 2010 sebesar US$ 2,062 miliar setara dengan 43.049.038 unit ponsel, dan tahun 2009 sebesar US$ 1,619 miliar setara dengan 24.951.830 unit ponsel.

Hal diatas menjadikan ponsel menjadi salah satu dari lima hal yang menyebabkan defisit neraca perdagangan Indonesia. Dan artinya semakin banyak rakyat Indonesia yang membeli ponsel baru setiap tahunnya akibat gaya hidup masyarakat yang ingin selalu mengikuti tren yang sedang populer didunia.

Jika impor ponsel terus mengalami kenaikan dapat dikatakan negara kita sedang memperkaya negara lain tempat ponsel tersebut diproduksi, lain hal nya jika pabrik ponsel ada di dalam negeri maka yang di untungkan adalah perekonomian negara kita.

Kapan harus membeli ponsel baru?

(pusathp.wordpress.com)

Lalu kapankah saat yang tepat untuk membeli ponsel baru :

1.Lihat kebutuhan saat ini

  • ¬†Jika anda adalah seorang gamers, jika perangkat posel tidak dapat memainkan mayoritas game HD terbaru dengan lancar anda dapat memikirkan untuk membeli ponsel dengan spesifikasi yang lebih baru.
  • Jika anda adalah social media freak, jika ponsel anda tidak cukup lancar saat menjalankan aplikasi sosial media secara bersamaan (multitasking) anda dapat memikirkan untuk membeli perangkat ponsel yang lebih baik lagi.
  • Jika anda pengguna awam dalam arti menggunakan ponsel hanya untuk sms dan telpon, sebenarnya anda tidak perlu mengganti ponsel, tetetapi jika keadaan fisik ponsel sudah tidak layak atau banyak goresan dan body ponsel sudah tidak lengkap anda bisa menyiapkan uang untuk membeli ponsel terbaru.

2. Tunggu perkembangan teknologi yang cukup signifikan

Misalnya anda adalah seorang gamers, dan memiliki ponsel dengan spesifikasi 1 Ghz dual core procesor . lebih baik anda membeli ponsel terbaru dengan spesifikasi 1 Ghz quad core procesor dari pada anda tidak sabar membeli ponsel baru dengan spesifikasi “nanggung” misalhnya 1,5 Ghz dual core procesor.

3. Tunggu harganya turun

Ini adalah strategi yang paling bijak untuk pengguna yang ingin mengganti ponsel ke model yang terbaru. Sebuah ponsel akan memiliki harga tinggi pada saat peluncuran awal nya, jika anda membeli ponsel di 6 bulan sesudah peluncuran biasanya harga ponsel tersebut sudah lumayan turun dibandingkan awal peluncuran. Kecuali ponsel flag ship (ponsel andalan vendor, contoh Samsung Galaxy S4) akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi agar harganya turun.

4. Ponsel Cina atau lokal, kenapa tidak?

Jika tidak sabar memiliki ponsel dengen spesifikasi hebat tapi dengan harga yang terjangkau. Ponsel Cina atau lokal saat ini kualitas nya sudah cukup baik. Bahkan ponsel bundling dari Smartfren dengan title Andromax penjualannya sudah melebihi BalackBerry di Indonesia. Ada juga merk lain seperti Evercross dan Mito yang cukup bersaing di ranah ponsel pintar. Tetapi kekurangan dari ponsel lokal atau Cina adalah sevice center nya yang tidak sebanyak merk ponsel popular, sehingga jika mengalami kerusakan agak susah untuk memperbaiki nya.

Kesimpulan

Indonesia merupakan surganya produsen ponsel dunia sebagai pasar yang menggiurkan, ditambah dengan gaya hidup masyarakat yang ingin selalu up to date menjadikan Indonesia sebagai ladang uang. Kita sebagai warga negara yang cerdas akan lebih bijak jika tidak selalu mengikuti “permainan” nya para produsen ponsel. Belilah ponsel baru pada saat kita sudah benar-benar membutuhkan nya.

Sejatinya ponsel adalah alat yang mempermudah komunikasi manusia, bukan alat yang “memperalat” gaya hidup manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here